Akimasu

Blog yang berisi review anime dari seorang pecinta anime. Semoga review saya dapat membantu semuanya yang sedang mencari tontonan anime yang cocok ya...

Waktu Postingan

Label

Laporkan Penyalahgunaan

Postingan Populer

Langsung ke konten utama

(Review) Kimetsu no Yaiba

Skor MAL: 8.60 (oleh 1.053.771 orang)

Jenis: Anime Season

Studio: Ufotable

Jumlah Episode: 26 episode

Tanggal Tayang: 6 April - 28 September 2019

Genre: Action, Demons, Shounen, Historical, Supernatural


Sinopsis

    Semenjak kematian ayahnya, tanggung jawab untuk menafkahi keluarganya berada di bahu Kamado Tanjirou. Walaupun harus hidup miskin di gunung yang terpencil, Keluarga Kamado menikmati keseharian mereka yang damai dan menyenangkan. Suatu hari, Tanjirou memutuskan untuk turun ke desa di bawah gunung untuk menjual arang. Pada saat perjalanan pulangnya, malam memaksa Tanjirou untuk bermalam di rumah seorang pria yang memperingatinya terhadap bahaya iblis pemakan daging manusia pada malam hari.

    Saat Tanjirou sampai di rumahnya keesokan harinya, Tanjirou mendapati adiknya, Nezuko, telah berubah menjadi iblis yang haus darah. Termakan oleh amarah dan kebencian, Tanjirou berjanji untuk selalu berada si sisi Nezuko. Bersama dengan sebuah organisasi misterius bernama Demon Slayer atau Pembasmi Iblis, Tanjirou akan melakukan apapun untuk melindungi dan mengubah adiknya yang telah berubah menjadi iblis kembali menjadi manusia. (MAL)

Review
   
    Hai hai semuanya~ kali ini saya kembali dengan review dari anime yang sangat meledak pada tahun 2019, yaitu Kimetsu no Yaiba atau Demon Slayer. Review saya ini sebenarnya untuk merayakan filmnya yaitu Kimetsu no Yaiba: Mugen Train yang sangat sukses di Jepang dan menjadi film dengan pendapatan tertinggi di Jepang dengan waktu yang relatif sangat singkat. Selamat kepada seluruh staf yang bekerja di balik layar. Filmnya juga sudah ditayangkan di bioskop Indonesia pada beberapa waktu lalu, jadi tunggu saja review dari saya untuk filmnya ya...

    Nah kembali ke animenya, dari detik pertama di episode 1 sendiri, saya sudah sangat terpukau dengan animasi yang ditampilkan. Adegan berlari di hutan bersalju benar-benar membuat saya merasa seperti mengalaminya sendiri. Efek 3D yang ditampilkan (mohon koreksi saya jika salah, karena saya bukanlah seorang yang ahli) sedikit mengingatkan saya dengan anime Kingdom yang jika tidak salah juga mencampurkan efek 3D. Adegan pertamanya saja sudah membuat saya benar-benar terpikat dan berdecak kagum. Ufotable sendiri memang terkenal dengan animasinya yang selalu membuat penonton berdecak kagum seperti Fate series. Saya yakin, teman-teman tidak akan kecewa dengan animasi yang ditampilkan di Kimetsu no Yaiba.

    Untuk alur ceritanya, pada episode 1 kita sudah langsung diperkenalkan dengan akar masalah pada cerita Kimetsu no Yaiba, perkenalan dengan keluarga Kamado juga menurut saya sudah cukup untuk menggambarkan bahwa mereka adalah keluarga yang bahagia. Salah satu hal yang sangat saya sukai pada alur cerita Kimetsu no Yaiba ini karena hal yang menggerakkan kisah Tanjirou adalah perasaan kasih sayang antar keluarga. Beberapa cerita Shounen memang mengangkat tema persahabatan atau mungkin sebuah rasa kagum pada sosok idola, namun perasaan kasih sayang pada keluarga ini entah kenapa membuat saya benar-benar dapat bersimpati dan seolah-olah ikut merasakan apa yang dirasakan oleh sosok Tanjirou. Terutama mungkin juga karena saya tidak memiliki banyak teman yang dapat membuat saya bertingkah seperti protagonis di anime Shounen (maaf jika saya terkesan curhat).

    Untuk alur ceritanya saya memang sedikit setuju dengan pendapat beberapa pihak yang mengatakan bahwa Kimetsu no Yaiba ini memiliki alur cerita yang umum dengan anime Shounen lainnya (yang membuat banyak perdebatan dari berbagai pihak), namun bagi saya hal itu tidaklah menjadi masalah. Karena pada dasarnya menurut saya tidak ada cerita yang benar-benar original dan tidak memiliki kemiripan sama sekali dengan cerita yang lainnya. Kasih sayang terhadap keluarga yang melandasi tindakan Tanjirou menurut saya merupakan salah satu hal yang membuat Kimetsu no Yaiba memiliki sedikit perbedaan dengan beberapa anime Shounen lainnya. Lagipula, Kimetsu no Yaiba lebih berfokus kepada perasaan sentimental, sehingga alur cerita yang umum tidak menjadi permasalahan yang besar bagi saya. Sebuah cerita yang baik menurut saya adalah seberapa besar cerita tersebut dapat membuat penontonnya hanyut ke dalamnya, dan Kimetsu no Yaiba menurut saya sudah berhasil dalam kategori tersebut.

    Untuk lagu pembuka dan penutupnya dibawakan oleh LiSA dengan Gurenge sebagai lagu pembuka dan From the Edge ft. FictionJunction sebagai lagu penutup. Gurenge memang sangat meledak bersamaan dengan nama Kimetsu no Yaiba dikalangan para pecinta anime. Sejujurnya saya tidak terlalu menyukainya saat mendengarnya pertama kali, tapi setelah berulang kali didengar saya menyukainya. Saya sendiri sangat menyukai bagian awal lagi yang terdengar sendu, karena itu sedikit kaget dengan beat yang datang setelahnya. Lagu penutupnya sendiri menurut saya bukanlah lagu yang spesial, kecuali penutup spesial di episode 19 sukses membuat saya meneteskan air mata. 

    Hal yang sangat menarik perhatian saya sebenarnya adalah kisah dari masa lalu para iblis yang telah dikalahkan. Setiap iblis memiliki kisah yang berbeda-beda dan menurut saya kisah para iblis ini merupakan salah satu daya tarik terbesar pada serial Kimetsu no Yaiba. Ada salah satu kisah yang benar-benar membuat hati saya sakit saat menontonnya karena hal tersebut sebenarnya adalah hal yang sebenarnya cukup sering terjadi dan merupakan salah satu ketakutan saya. Untuk para karakter utamanya sendiri mempunya chemistry yang lumayan baik walau memang belum ada perkembangan karakter yang mencolok. Saya menganggap pada season 1 ini masih merupakan pengenalan pada tiap karakternya dan saya yakin masih banyak hal yang dapat dieksplor dari karakter-karakter utama Kimetsu no Yaiba.

    Setelah review yang panjang, akhirnya kita berada di sesi terakhir, yaitu di sesi penilaian. Untuk alur ceritanya saya berikan nilai (8.3/10), lagu pembuka dan penutupnya mendapat (8.0/10), untuk animasinya saya berikan (9.5/10) karena saya sangat menantikan kejutan seperti apa lagi yang akan diberika ufotable, karakternya sendiri saya berikan (8.5/10) karena kisah-kisah dari para iblis yang menyentuh hati saya, dan yang terakhir saya berikan (8.8/10) untuk enjoyment. Sehingga untuk nilai keseluruhannya adalah (8.62/10).

    Satu hal yang ingin saya katakan adalah, ingat ya teman-teman, setidak suka apapun kita terhadap suatu karya, bukan suatu hal yang baik untuk mengata-ngatai karya tersebut. Mau seburuk apapun karya tersebut menurut kita, itu bukanlah hal yang baik. Karena ada banyak kerja keras yang dituangkan oleh berbagai pihak dalam karya tersebut. Kritik merupakan hal yang baik, kita juga boleh menyampaikan opini kita, namun tetap dengan bahasa yang baik dan sopan ya...

    Sampai ketemu lagi di review anime-anime selanjutnya...

8.62/10 - Sangat Direkomendasikan






Kalian bisa panggil saya Aki. Saya hanya penikmat anime yang sudah cukup lama dan ingin membagikan beberapa rekomendasi dan pendapat saya terhadap anime yang saya tonton. Saya masih seorang pemula dan memiliki banyak kekurangan, mohon bantuannya..

Komentar